Nias (bahasa niasTano Niha) adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah barat Pulau Sumatera, Indonesia dan merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Utara. Pulau ini dihuni oleh mayoritas Suku Nias (Ono Niha) yang masih memiliki budaya megalitik. Daerah ini merupakan obyek wisata penting seperti selancar (surfing), rumah tradisional, penyelaman, lompat batu dan masih banyak lagi.
Nias merupakan daerah kepulauan dimana luas wilayahnya mencapai 5.625 km² yang berpenduduk sekiatar 700.000 jiwa. Agama mayoritas daerah ini adalah Kristen Protestan. Nias saat ini telah dimekarkan menjadi 4 (empat) kabupaten dan 1 (satu) kota, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli.
Pulau Asu merupakan salah satu pulau dengan panorama alam yang luar biasa. Pulau ini termasuk dalam Kepulauan Hinako dimana secara administratif merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia. Luas pulau ini kurang lebih 18 km2, dengan penghuni tetap sekitar 30 kepala keluarga.
Di pulau ini, pengunjung akan dimanjakan dengan panorama pantai yang sangat indah dengan air laut yang jernih serta butiran pasir putih yang lembut. Nyiur pohon kelapa yang melambai tertiup angin berpadu dengan irama ombak, menjadikan suasana terasa damai dan tenang. Di pantai ini anda dapat berjemur, berenang, menyelam atau sekedar memancing.
Selain itu, bagi yang suka berselancar, pantai ini merupakan tempat yang tepat untuk anda. Ombak di tempat ini bisa mencapai ketinggian 3–4 meter, sehingga sangat bagus untuk berselancar. Namun Anda juga harus berhati-hati, karena di beberapa tempat pantai ini memiliki karang-karang yang tajam. Di pulau ini juga terdapat beberapa fasilitas seperti kompleks cottage sederhana. Masing-masing kompleks terdiri dari 5-6 unit rumah panggung., warung ataupun rumah makan yang menyediakan makanan untuk para wisatawan.
Untuk mencapai Pulau Asu, anda dapat menggunakan pesawat dari Bandara Polonia Medan ke Bandara Binaka, Gunung Sitoli, Kabupaten Nias. Dari Gunung Sitoli Anda melanjutkan perjalanan ke Sirombu, perjalanan ini memakan waktu 1-2 jam. Dari Sirombu ada dua pilihan untuk menuju ke Pulau Asu. Anda dapat menumpang kapal reguler atau menggunakan speed boat.
Objek wisata Pantai Charlita terletak di Desa Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, sekitar 14 kilometer dari pusat Kota Gunungsitoli sehingga menjadikan objek wisata ini mudah dijangkau oleh siapa saja. Objek wisata yang berdiri tahun 2006 ini menjadi sebuah kawasan yang setiap hari selalu ramai dikunjungi, baik masyarakat sekitar maupun dari daerah lain terutama di hari libur.
Pantai Charlita yang memiliki luas 8,5 hektar ini, menawarkan berbagai fasilitas bagi pengunjung antara lain penginapan, karaoke, hall badminton, aula, pondok pinggir pantai, live music, restoran dan kolam renang yang tentunya dengan biaya terjangkau serta menjamin pelayanan 24 jam kepada para pengunjung. Tempat ini sangat tepat bagi yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta.
Salah satu daya tarik lain dari tempat ini adalah fasilitas semi waterboom dengan luas kolam 800 meter persegi. Wahana air ini merupakan satu-satunya yang ada di Nias saat ini. Selain itu, keunikan lain dari waterboom ini adalah penggunaan air laut sebagai komponen utama kolam sehingga pengunjung merasa sedang berenang di lautan yang luas. Kehadiran fasilitas kolam renang dengan semi waterboom di Pantai Charlita ini cukup memberikan warna baru bagi masyarakat Gunungsitoli dan sekitarnya, untuk menghabiskan waktu berlibur dengan keluarga.
Pada saat sosialisasi KGB Otomatis di ruang pertemuan BKD
Kenaikan Gaji Berkala merupakan salah satu hak bagi setiap PNS. Kenaikan Gaji Berkala didasari oleh Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2011 tentang Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil dimana hak ini diberikan kepada PNS setiap 2 tahun sekali kecuali bagi PNS yang mendapat penangguhan KGB karena telah dijatuhi sanksi hukuman disipilin ringan. Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias dalam hal ini BKD Kab. Nias sebagai unit kerja terkait, mulai pertengahan tahun 2010 telah memberlakukan penerbitan SK KGB Otomatis.
Adapun yang dimaksud dengan KGB Otomatis ini yakni PNS sudah dapat menerima kenaikan gaji berkala tanpa harus melengkapi berkas terlebih dahulu dengan catatan sepanjang data PNS yang bersangkutan telah ter-input dalam aplikasi kepegawaian di BKD Kab. Nias. Hal ini tentunya semakin mempermudah PNS karena haknya telah ter-unfrag di dalam daftar gaji sesuai TMT KGB. Pegawai juga tidak harus meninggalkan tugasnya dikarenakan pengambilan SK KGB diharuskan oleh pengelola kepegawaian di setiap unit kerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
Dengan kemudahan yang diberikan ini diharapkan pegawai bisa memberikan pelayanan kepada publik dengan sebaik-baiknya. Sedangkan bagi BKD Kab. Nias sendiri dalam hal ini Bidang Perencanaan dan Informasi Kepegawaian (tempat saya bertugas saat ini), hal ini merupakan sebuah kebanggaan karena bisa memberikan pelayanan prima di bidang kepegawaian sehingga pada akhirnya birokrasi dapat bergeser ke paradigma E-Governance.
Mengenal berbagai Budaya Nias dalam sehari tentu terasa tidak mungkin karena begitu beranekaragamnya budaya yang ada di Nias. Namun tempat yang satu ini bisa menjadi solusi bagi pengunjung yang tidak memiliki waktu banyak saat berkunjung ke Nias. Tempat ini dinamakan Museum Pusaka Nias.
Museum ini didirikan oleh seorang Pastor bernama Johannes M Hammeris. Beliau mendirikan tempat ini didasari akan keprihatinannya atas Budaya dan Sejarah Nias yang semakin punah karena pergeseran zaman. Pada awalnya wadah ini berupa yayasan yang diberi nama Yayasan Pusaka Nias dimana setelah melakukan hubungan kerjasama dengan Direktorat Permuseuman, akhirnya berdirilah Museum Pusaka Nias.
Di tempat ini, kita dapat belajar banyak tentang budaya dan sejarah Nias. Museum ini memiliki berbagai macam koleksi benda-benda sejarah, diantaranya yang paling menarik wisatawan yakni koleksi batu-batu megalit. Tidak hanya itu, di museum ini juga terdapat arca-arca yang terawat dengan baik. Museum ini berlokasi di Jln.Yos Sudarso 134 A Gunung Sitoli.
Air terjun Helaowo Sidele Gi’a terletak sekitar 3 km dari ibukota di Kecamatan Gomo Kabupaten Nias Selatan. Air terjun ini merupakan aliran dari air sungai Helaowo. Konon cerita yang berkembang di masyarakat setempat, air terjun ini dijaga oleh seorang Dewi bernama Silewe Mazauwu. Silewe Mazauwu adalah dewi yang baik, namun jika ada warga yang melakukan perbuatan terlarang di lokasi tersebut misalnya menangkap ikan dengan meracuninya menggunakan tuba alamiah yang diracik dari tumbuh-tumbuhan, maka yang bersangkutan akan jatuh sakit dikarenakan sang Dewi penjaga air terjun itu marah.
Oleh karena warga setempat pada masa itu takut menangkap ikan di tempat ini, maka populasi ikan semakin besar. Hingga pada suatu petang menjelang matahari terbenam, seorang warga yang kebetulan lewat di dekat salah satu tepi lubuk air terjun itu terkejut dengan adanya suara berisik. Ia kemudian pergi menghampiri ke arah lubuk kawah air terjun tersebut. Ternyata suara berisik yang ia dengar sebelumnya berasal dari kerumunan ikan yang hidup di lubuk kawah air terjun tersebut. Dan lebih mengherankan lagi, karena sepintas ia melihat seekor dari ikan-ikan itu yang berbentuk aneh dimana tubuhnya hanya sebelah bagaikan ikan yang telah dibelah dua dari kepala hingga ke ekornya.
Sejak peristiwa itu kawah air terjun di sungai tersebut diberi nama “Helaowo Sidele Gi’a“ yang berarti kawah air terjun dimana ada ikan-ikan yang bersuara ribut. Dari hikayat tersebut, pesan dan pelajaran berharga yang dapat kita ambil yakni arti pentingnya manusia untuk melestarikan lingkungan sekitarnya.
Pulau Nias yang dikelilingi lautan luas memungkinkan daerah ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah, misalnya di sektor perikanan. Demikian halnya juga di sektor pariwisata. Salah satu keunggulan Nias dibanding daerah lain di Sumatera Utara adalah keindahan panorama pantai dan lautnya yang ditambah dengan pesona ombak laut yang menjadi surganya bagi pecinta olahraga air seperti selancar (surfing) dan menyelam (diving).
Salah satu objek wisata yang terkenal di Nias adalah Pantai Sorake. Objek wisata ini terletak di Kabupaten Nias Selatan tepatnya di Desa Botohilitano, Kecamatan Teluk Dalam. Pantai dengan hamparan pasir putihnya merupakan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini. Di sepanjang pantai juga tersedia bungalao bagi mereka yang ingin menginap bersama keluarga atau orang tercinta untuk menikmati pemandangan matahari terbit.
Selain itu, ombak laut Sorake sangat menantang bagi para selancar dimana merupakan tempat selancar terbaik kedua setelah Hawaii di Amerika. Ketinggian ombaknya bisa mencapai 15 meter dikarenakan lokasinya yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia. Di tempat ini telah berulang kali diselenggarakan perlombaan selancar tingkat internasional. Lokasi Pantai Sorake ini dapat dijangkau dengan kendaraan baik dari Bandara Binaka, maupun dari Kota Gunungsitoli.