Minggu, 19 Juni 2011

Rumah Adat Nias ( Omo Sebua)

Istilah “Omo Sebua” merupakan sebutan dari Rumah Adat Nias yang dibangun dengan menggunakan kayu-kayu berukuran besar dengan bentuk atap yang menjulang yang ketinggiannya bisa mencapai 16 meter. Dahulu kala, bangunan ini dibangun di pusat desa yang diperuntukkan untuk tempat tinggal Kepala Desa setempat. Rumah adat ini di bangun di atas tumpukan batu besar menyerupai rumah panggung dengan balok kayu sebagai tiang penyangga yang disusun secara diagonal sehingga tingkat fleksibilitas dan stabilitasnya tinggi. Hal ini yang bisa menjelaskan bahwa Omo Sebua dibangun dengan konstruksi bangunan tahan gempa.
Selain karakteristik sebagai bangunan tahan gempa, Omo Sebua juga dirancang untuk mempertahankan diri dari serangan musuh pada saat terjadi perang. Akses masuk di dalam rumah ini yang hanya melalui tangga sempit serta dilengkapi pintu perangkap kecil di atasnya membuat musuh kewalahan untuk bisa menguasai bangunan ini.
Pada bagian bawah rumah adat ini, sering juga dimanfaatkan sebagai tempat memelihara hewan ternak serta sebagai gudang penyimpanan hasil-hasil panen di bidang pertanian. Bagunan ini juga memiliki aspek estetika karena dihiasi ukiran-ukiran dengan relief leluhur, perhiasan, hewan, perahu dan sebagainya dengan memperhatikan keseimbangan dari setiap elemen-elemennya.

1 komentar:

  1. Selamat Ber BLOGGER ria Bro....

    Mudah-mudahan rumah adat nias tetap exis dimata dunia. karena tahun 2030, rumah adat nias merupakan bentuk rumah modren dunia yang dihuni oleh belahan dunia.

    BalasHapus