Minggu, 26 Juni 2011

Jejak Nenek Moyang

Megalit berbentuk patung


Kurang mendapat perhatian

Situs-situs berusia ratusan tahun sebagai peninggalan nenek moyang seperti megalit, artefak dan arca sangat banyak dijumpai di Pulau Nias. Struktur bentuk dan ukurannya yang berbeda-beda menandakan fungsinya di masa lampau. Hal ini membuktikan bahwa nenek moyang masyarakat nias memiliki akar budaya yang kuat pada masanya.
Beberapa tempat dimana kita dapat menjumpai jejak-jejak peninggalan sejarah di pulau nias antara lain :
1.  Situs Batu Megalit Saita Garamba, terletak di Desa Saita Garamba Kecamatan Gido. Disana dapat dijumpai megalit berbentuk “ni’ogadi”, “behu” serta terdapat kuburan leluhur dari tumpukan batu-batu;
2.   Situs Batu Megalit Lahemo, terdapat di Kecamatan Gido. Batu ini merupakan peninggalan keluarga leluhur “Tuada Ho” antara lain Batu Sita Gari Tuada Ho (tempat sangkutan pedang) dan batu yang diatasnya terdapat jejak kaki “Tuada Ho”;
3.  Situs Batu Megalit Maliwa’a, terletak di Desa Maliwa’a Kec. Idanogawo. Strukturnya bervariasi dimana ada yang berbentuk “ni’ogadi” dan ada ada yang berbentuk “behu”.
           Beberapa benda-benda peninggalan di atas memang terkadang masih belum mendapat perhatian yang serius baik dari pemerintah maupun masyarakat. Padahal dari beberapa situs-situs tersebut tentunya bisa mengungkap tabir masa lampau masyarakat Nias. Situs-situs peninggalan sejarah di Nias ini dapat juga menjadi pilihan objek bagi para wisatawan yang memiliki hobi di bidang fotografi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar